Terbaik untuk Anak
Oleh Ulin Nuha Masruchin
Anak adalah buah hati bagi orang tuanya. Terlebih bagi kaum ibu, sejak proses reproduksi hingga dewasa ibu selalu menjadi teman setia. Hadirnya buah hati itu sebagai pelengkap hidup dalam membangun mahligai kehidupan. Terciptanya hidup yang tentram, didasari balutan kasih sayang dan komitmen bersama. Disinilah, tujuan hidup berkeluarga serta pentingnya anak bagi yang berumah tangga.
Perjalanan hidup orang tua dalam mengurus anaknya butuh waktu lama. Mulai calon anak (sebelum 4 bulan), usia kandungan, pasca melahirkan, hingga usia dewasa nanti. Perkembangan anak pun perlu mendapat perhatian semua orang.
Saat anak masih berada dalam kandungan, orang tua sudah terlibat dalam proses pengajaran dan pendidikan anak. Artinya, saat ibu hamil perlu dilatih sejak dini soal pendidikan moral. Segala aktifitas ibu mulai makan, minum, berbicara, perlu dilandasi dengan pendidikan yang baik dan terpuji. Pendidikan pranatal akan tercitra seiring anak tersebut menjadi dewasa.
Apa yang dilakukan calon ibu itu akan merefleksi terhadap perkembangan psikologis dan intelektualnya. Mitos-mitos yang masih berkembang, bahwa ibu hamil tak diperbolehkan tidur saat pagi hari. Menghindari sikap tamak (serakah), berprasangka buruk, mudah marah dan lain sebagainya. Sikap dan perilaku sang ibu ini, besar kemungkinan akan berdampak pada diri anaknya. Walaupun sekedar mitos, hal tersebut mengandung unsur pendidikan moral yang perlu diperhatikan.
Serta pemberian air susu ibu (ASI) juga bukti kasih sayang yang diberikan ibu. Dalam hal psikologis, ibu terasa lebih dekat dengan anaknya dibanding sang ayah. Kajian medis menjelaskan, ASI sangat baik bagi pertumbuhan anak di usia dini. ASI sangat penting untuk bayi karena formulanya belum tertandingi dengan formula susu lain.
Pemberian ASI pada hari pertama sampai hari keempat, mengandung banyak kolostrum yang berefek pada kekebalan tubuh. Semisal penyakit diare, infeksi telinga, pilek-batuk dan berbagai alergi. Tingkat kekebalan yang dihasilkan kolostrum, mencapai 7-10 kali jika dibandingkan dengan susu matang. (suara merdeka, 2007). Disisi lain, ASI juga mengandung taurin, sehingga memacu kecerdasan dan pertumbuhan anak.
Kadang, sang ibu mengabaikan pendidikan dan pertumbuhan anaknya sendiri. Tak jarang kaum ibu enggan menyusui, mereka memercayakan kesehatan anaknya pada susu produksi pabrikan. Berbagai alasan pun diungkapkan, bekerja, mengejar karir, sampai mengurangi keindahan tubuh. Apalagi jika menjadi publik figur seperti kaum selebritas, sehingga popularitas harus terjaga dengan tubuh yang prima.
Pengenalan produk berbahan kimiawi sangat riskan bagi tubuh sang bayi. Semisal sabun, sampo, bedak dan susu binatang yang diproses secara kimiawi. Kulit bayi halus itu terpaksa diolesi zat-zat yang membahayakan. Sehingga kesehatan belum menjadi jaminan.
Usia Perkembangan
Pada usia 1 sampai 4 tahun, daya intelektual anak belum stabil. Saat memasuki usia sekolah yakni berumur 6 tahun, anak selalu bertanya dan penasaran apa yang ada di sekitarnya. Pertanyaan tak logis pun kerap disampaikan, dan daya imajinasi berkembang sejalan usia anak.
Kenapa saya dilahirkan sebagai laki-laki, sedangkan si A perempuan? Orang tua harus bijaksana saat memberikan jawaban. Jangan sekali-kali berbohong terhadap anak, jika ingin mendidik anak yang baik.
Orang tua selalu teladan anak-anak dalam bertindak dan bertutur. Orang tua yang baik, akan memberi contoh baik terhadap sang anak, begitu pula sebaliknya. Jika bertingkah tak sewajarnya dilakukan, jangan harap anak berprilaku baik. Karena pendidikan moral pertama kali dikenalkan di lingkungan keluarga.
Ulin N Masruchin,
Pemerhati masalah anak, sekretaris LS2B Sumur Tulak Kudus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar